yuk muhasabah diri ^^
*self reminder*
Allah melarang ghibah, namimah, dan mencari-cari aib orang lain. Mengenai definisi ghibah, Rasulullah saw bersabda :
“Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci. “Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu bila yang diceritakannya itu benar ada padanya? “Rasulullah menjawab, “Kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar engkau berbuat buhtan (dusta).” (HR.Muslim,Tirmizi,Abu Daud, dan Ahmad).
Adapun beberapa pengecualian dibolehkannya ghibah adalah:
- Orang yang mazlum (dianiaya) menceritakan keburukan orang yang menzaliminya dalam rangka menuntut haknya.
- Jika bertujuan memberi nasehat pada kaum muslimin tentang agama dan dunia mereka.
- Dilakukan dengan niat baik dan mengharapkan ridha Allah semata.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujurat : 12)
Allah melarang ghibah, namimah, dan mencari-cari aib orang lain. Mengenai definisi ghibah, Rasulullah saw bersabda :
“Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci. “Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu bila yang diceritakannya itu benar ada padanya? “Rasulullah menjawab, “Kalau memang benar ada padanya, itu ghibah namanya. Jika tidak benar engkau berbuat buhtan (dusta).” (HR.Muslim,Tirmizi,Abu Daud, dan Ahmad).
Adapun beberapa pengecualian dibolehkannya ghibah adalah:
- Orang yang mazlum (dianiaya) menceritakan keburukan orang yang menzaliminya dalam rangka menuntut haknya.
- Jika bertujuan memberi nasehat pada kaum muslimin tentang agama dan dunia mereka.
- Dilakukan dengan niat baik dan mengharapkan ridha Allah semata.
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujurat : 12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar