Bagi seorang mukmin keyakinan
akan datangnya hari kehancuran alam semesta merupakan sesuatu yang
tidak bisa ditawar, ia merupakan janji Allah yang Maha Benar. Al Our an
dan Sunnah, yang shahih telah menjelaskan sedemikian detailnya tentang
peristiwa peristiwa akhir zaman yang akan dilalui manusia. Sungguh telah
kufur
pemikiran yang menafikan Imam Mahdi, Dajjal, Turunnya Isa,
Ya’juj dan Ma’juj dan Asyratus Sa’ah lainnya. Para salaf tidak ada yang
menakwilkan hadits hadits shahih tersebut dengan ta’wil bathil. Ia
merupakan peristiwa yang paling dahsyat dan luar biasa penuh dengan
fitnah besar, peperangan massal, penghancuran dan pembinasaan. Hingga
manusia yang mengalaminya akan lebih memilih kematian daripada hidup di
tengah fitnah. Kalaulah bukan janji pasti dari Rasul Al Musthafa
Muhammad dengan datangnya Imam Mahdi yang dinantikan yang akan memenuhi
bumi dengan keadilan, kedamaian dan kemenangan niscaya perut bumi ini
lebih baik dari punggungnya.
Para ulama berbeda pendapat tentang
urutan tanda-tanda kiamat Kubra. Urutan di bawah ini merupakan hasil
kompromi dari tulisan Syaikh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf Al Wabil dalam
kitab Asyratus Sa’ah dan pendapat Amin Jamaluddin dalam Kitab Umur Umat
Islam. (Lihat tanda tanda Kiamat oleh Syaikh Yusuf bin Abdullah al
Wabil, halaman 185).
Tanda-tanda hari kiamat itu bagaikan
marjan-marjan yang disusun (dirangkai) dengan kawat (kabel). Bila kabel
itu putus, maka sebagian mengikuti sebagiannya.(Musnad Almad 12: 6-7).
Sebelum
terjadinya Asyratus Sa’ah Al Kubra (Tanda-tanda Kiamat Besar),
Rasulullah saw. menceritakan beberapa tanda-tanda kecil lainnya yang
telah terjadi, di antaranya:
* Penaklukan Baitul Maqdis,
* Menyebarnya penyakit Thaun di Anwas,
* Terjadinya
berbagai macam fitnah,
* Menyebarnya perjudian, arak, zina,
perampokan dan musik dianggap halal,
* Banyaknya kemusyrikan
di kalangan umat Islam,
* Budak wanita melahirkan tuannya,
* Orang tua banyak yang bersikap seperti anak muda,
*
Tersebarnya penyakit kikir dan bakhil,
* Banyak perdagangan
dan pasar makin berdekatan,
* Mengucapkan salam hanya kepada
orang yang dikenalnya,
* Lenyapnya orang-orang shalih,
* Banyaknya kebohongan dan sumpah palsu,
* Banyaknya
kematian mendakak,
* Wanita-wanita berpakaian tetapi
telanjang,
* Banyak hujan tapi tumbuh-tumbuhan hanya sedikit,
* Banyak huru-hara dan pembunuhan,
* Disia-siakannya
amanat,
* Munculnya orang-orang yang mengaku sebagai nabi,
bahkan jumlahnya mencapai 30 orang,
* Banyaknya kaum wanita
dan sedikitnya kaum pria, hingga perbandingan mencapai 50 banding 1,
* Banyaknya perbuatan keji, pemutusan silaturrahmi dan buruknya
hubungan antara tetangga,
* Dihilangkannya ilmu dan kebodohan
merajalela,
* Orang-orang gunung berlomba-lomba dalam
membangun gedung,
* Sering terjadinya gempa bumi, perubahan
muka, dan kerusuhan,
* Orang yang hina diberi kedudukan yang
terhormat, dan sebagainya.
Urutan waktu dan
peristiwa-peristiwa yang sedang kita nantikan, seperti terlihat di bawah
ini:
PERANG AKHIR ZAMAN
(ARMAGEDDON)
Secara tekstual, tidak satu haditspun yang
menyebut lafadz Armageddon. Jika yang dimaksud dengan Armegeddon adalan
perang persekutuan Internasional yang mencakup agama dan politik, maka
sabda nabi yang mengisyaratkan akan hal itu adalah “Kalian akan
mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian
akan berperang bersama mereka melawan satu musuh dari belakang mereka.
Lalu kalian selamat (menang) dan akan mendapatkan harta rampasan
perang.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, lbnu
Majah. dishahihkan oleh Al Albani)
MUNCULNYA IMAM MAHDI
Nama beliau Muhammad bin
Abdullah Al Mahdi Al Fathimi Al Quraisy. Beliau adalah keturunan
Rasullulah dan termasuk salah satu Khulafaur Rasyidin.
Imam Mahdi
Al Muntadzar bukanlah sebagaimana yang diklaim oleh kelompok Syi’ah
yang pernah masuk ke gua Sardeb saat berusia 5 tahun dan akan keluar di
akhir jaman. Beliau adalah keturunan Rasulullah sebagaimana yang banyak
disebutkan dalam banyak hadits shahih.
Beliau menetap di bumi
antara 7 sampai 9 tahun, memerangi musuh-musuh Islam dan fitnah Dajjal.
Imam Mahdi muncul dan arah timur, kemunculannya dimasa perjanjian damai
antara kaum muslimin dengan bani Ashfar, hingga akhirnya mereka
mengkhianati kaum muslimin, selanjutnya beliau menjadi pimpinan
tertinggi dalam seluruh pertempuran berikutnya.
Beliau muncul
saat wafatnya seorang khalifah, kemudian ia keluar menuju Makkah dan di
kejar-kejar oleh satu pasukan dari umat Muhammad, hingga apabila sampai
disebuah tempat yang bernama Al Baida, pasukan itu ditelan bumi.
Kemudian Imam Mahdi di bai’at oleh kaum muslimin antara sudut Ka’bah dan
maqam Ibrahim.
Rasulullah bersabda: “Jika kamu melihatnya maka
berbai’atlah walaupun harus merangkak di atas salju, karena dia adalah
khalifah Allah al Mahdi (HR Ibnu Majah, shahih).
Dengan demikian
keberadaan Imam Mahdi belum bisa diketahui hingga ada satu pasukan yang
mengejar seorang Arab, namun Allah menenggelamkan mereka di Al Baida’.
Dengan begitu dapat dipastikan bahwa yang dikejar-kejar adalah Imam
Mahdi, higga berbondong bondong kaum muslim memaksanya untuk dibai’at.
Hadits-hadits
tentang Imam Mahdi:
“Al Mahdi adalah dari golongan kami, ahli
bait. Allah akan mengishlahnya hanya dalam satu malam”. (HR. Ahmad:
2:58, Ibnu Majah: 2:1367).
“Al Mahdi adalah keturunanku, lebar
dahinya dan mancung hidungnya. Ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan
keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedzaliman dan
penganiayaan. Ia akan berkuasa selama tujuh tahun” (HR. Abu Daud 11:375.
Al Hakim: 4:557, shahih).
Imam Mahdi adalah Khallfah Rasyidah
‘ala Nahji Nubuwah yang dijanjikan oleh nabi akan muncul di akhir zaman.
Dalam
hal ini sebagian ulama berbeda pendapat tentang Khilafah Rasyidah
terakhir, apakah ia Imam Mahdi ataukah lainnya, namun dengan
mengkompromikan antara hadits Imam Mahdi dan Khaliafah ‘ala Nahjin
Nubuwah, sebagian ulama menyimpulkan bahwa Imam Mahdi adalah Khilafah
‘ala Nahji Nubuwah itu sendiri. Hadits tersebut adalah dari Qais bin
Jabir Ash Shadafi dari ayahnya dari kakeknya secara marfu’.
”Setelah
zamanku, akan muncul para khalifah, di mana setelah para khalifah akan
muncul pada akhir dan setelah para amir akan muncul para raja. Setelah
para raja akan muncul para diktator, kemudian muncullah seorang
laki-laki yang berasal dari umatku yang akan memenuhi bumi dengan
keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi oleh kedzaliman …” (HR.
Thabrani dalam Al Kabir, lbnu Mandah, Abu Na’im dan Ibnu Asakir, juga
disebutkan oleh lbnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari Juz 13, Kitab
Al Ahkam halaman 214)
Hadits hadits tentang Imam Mahdi mencapai
derajat mutawatir maknawi.
PERANG
MELAWAN SEMENANJUNG ARABIA
Mereka adalah suku Quraisy
yang dipimpin oleh seorang laki-laki yang bernama Sufyani, di mana ia
meminta bantuan kepada suku para pamannya, yakni suku Kalab. Namun Imam
Mahdi berhasil mengalahkan mereka.
Sabda Nabi: “Kamu akan
memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkan nya untukmu.
Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian
Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan
memerangi dajjal, dan Allah akan menaklukkannya untukmu”. (HR Muslim).
Peperangan
ini terjadi pada masa pengkhianatan Rum dan ketika mereka sedang
mengumpulkan kekuatan untuk memerangi kaum muslimin.
PERANG MELAWAN PERSIA
Rasulullah
bersabda: ”Kalian akan memerangi negeri Persia, dan Allah akan menakluk
kannya untukmu”. (HR Muslim)
Menurut sebagian pendapat mereka
adalah kelompok Syi’ah Iran (Persi) yang merupan musuh Ahlul Sunnah.
Kaum Syi’ah merasa jengkel karena Imam Mahdi yang muncul bukan salah
satu dari imam 12 yang dijanjikan kepada mereka. Mereka berangkat untuk
memerangi Al Mahdi dan pasukannya, namun dalam peperangan ini, Imam
Mahdi berhasill mengalahkan mereka.
PENGKHIANATAN RUM DAN KEDATANGAN MEREKA UNTUK MENYERANG
Kaum
Rum menghianati kaum muslim setelah perang akhir zaman, mereka menyusun
makar untuk menyerang kaum muslimin dengan mengerahkan 80 bendera yang
masing masing masing bendera terdiri dari 12.000 tentara.
Rasulullah
bersabda: “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam
keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan satu
musuh dari belakang mereka. Lalu kalian selamat (menang) dan akan
mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah
padang rumput yang luas dan berbukit- bukit. Maka berdirilah seorang
laki laki dari kaum Rum, lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata,
“Salib telah menang”. Maka datanglah kepadanya seorang laki-laki dari
kaum muslimin dan membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum
berkhianat dan terjadilah, di mana mereka akan menghadapi kalian di
bawah 80 bendera, dan tiap-tiap bendera terdapat 12.000 tentara”.
(Diriwaytkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, di shahihkan oleh
Albani dalam mentahqiq hadist-hadist misykat No. 5452).
MALHAMAH KUBRA
Ini merupakan
pertempuran terdahsyat yang terjadi antara kaum muslimin dengan Rumawi.
Dalam pertempuran ini kedua belah pihak bertempur tidak lagi menggunakan
senjata modern, namun hanya menggunakan kuda dan pedang. Karena seluruh
senjata modern musnah dalam peristiwa perang besar Akhir zaman
(Armageddon).
Pertempuran besar (Al Malhamah Kubra) terjadi di
sebuah daerah yang bernama Ghutah dekat Damasykus, di mana tempat itu
menjadi pusat kaum muslimin saat itu. Perang ini dipimpin langsung oleh
Imam Mahdi. Kaum Rum bergerak menuju Syiria dan turun di kota A’maq atau
Dabiq, dalam sebuah kumpulan tentara dengan 80 bendera, setiap bendera
terdapat 12.000 tentara.
Perang Al Malhamah Kubra terjadi selama 4
hari berturut turut, 1/3 dan kaum muslimin melarikan diri dari
pertempuran, yang mana dosa mereka tidak akan diampuni oleh Allah. Dan
1/3 lagi mendapatkan syahid, dan sisanya yang 1/3 akan mendapatkan
kemenangan yang mana mereka tidak akan tersesat untuk selama amanya.
(Shahih Muslim dalam Al Fitan wa Asyratus sa’ah 18/21-22).
Dalam
hadits lain disebutkan, “Pada waktu pertempuran itu akan terjadi
kemurtadan yang sangat banyak. Kemudian kaum muslimln maju dengan suatu
pasukan depan yang berani mati (syurthah), yang tidak akan mundur
kecuali dalam keadaan menang. Lalu mereka terus bertempur hingga mereka
terhalang oleh malam. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan
perang, hingga tidak ada yang di/katakan sebagai pihak yang menang, dan
akhirnya pasukan muslimin itu hancur. Kemudian kaum muslimin maju dengan
satu pasukan berani mati, yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan
menang mereka terus bertempur hingga mereka terhalang oleh malam. Maka
setiap pihak mendapatkan harta rampasan perang, hingga tidak ada yang
dikatakan sebagai pihak yang menang, dan akhirnya pasukan muslimin itu
hancur. Kemudian kaum muslimin maju dengan satu pasukan berani mati,
yang tidak akan kembali kecuali dalam keadaan menang, mereka terus
bertempur sampai senja. Maka setiap pihak mendapatkan harta rampasan
perang, hingga tidak ada yang dikatakan sebagai pihak yang menang, dan
akhirnya pasukan muslimin itu hancui. Maka ketika telah sampai hari ke
empat, bangkitlah seluruh umat Islam, lalu Allah menimpakan bencana
terhadap mereka (kaum Rum) dan terbunuhlah meneka dengan dahsyatnya,
hingga tidak pernah dilihat oleh orang sebelumnya. Sehingga apabila
bunung melewati kawasan mereka, maka burung itu akan mati sebelum
melewati mereka”. (HR. Muslim dari Jabir)
PENAKLUKAN KONSTANTIN
Keunikan
peristiwa ini adalah ditaklukkannya Konstantin tanpa menggunakan pedang
dan panah, namun hanya menggunakan tahlil dan takbir. Peristiwa ini
terjadi berbarengan dengan munculnya Dajjal.
Rasulullah bersabda:
“Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang sebagiannya terletak di
darat dan sebagiannya di laut?” Para sahabat menjawab, “Pernah wahai
Rasulullah”. Beliau berkata, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ia
diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah di
sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan
senjata dan tidak melepaskan satu anak panahpun. Mereka hanya berkata
Laa ilaaha ilallah wallahu akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dan
kota itu. Kemudian mereka berkata kedua kalinya Laa ilaaha ilallah
wallahu akbar, maka jatuhlah bagian yang lain. Kemudian mereka berkata
lagi Laa ilaaha ilallah wallahu akbar, maka terbukal/ah semua bagian
kota itu. Lalu mereka memasukinya. Ketika mereka telah membagi-bagikan
harta rampasan perang, tiba tiba datanglah seseorang yang berteriak,
“Sesungguhnya Dajjal telah keluar”. Kemudian mereka meninggalkan segala
sesuatu (dari ghanimah itu) dan kembali”. (HR. Muslim dalam Kitabul
Fitan wa Asyratus Sa’ah).
MUNCULNYA
DAJJAL
Ia keturunan Adam, tubuhnya gemuk, kulitnya merah,
rambutnya keriting dan lebat, matanya buta sebelah, seperti buah anggur
yang tersembul. Di antara kedua matanya terdapat tulisan ka fa ra.
Sifat sifat inilah yang sangat nampak, sehingga jika ia muncul maka
setiap orang yang beriman akan mengenalinya dan tidak terfitnah olehnya.
Ia
merupakan fitnah terbesar yang akan dihadapi kaum muslimin. Tidak ada
fitnah yang lebih dahsyat darinya. Masa hidup Dajjal di bumi untuk
menebar fitnah adalah 40 hari. Satu hari pertama seperti setahun, satu
hari kedua seperti satu bulan dan satu hari ketiga seperti satu pekan,
hari berikutnya sama seperti hari-hari biasanya.
Dajjal akan
keluar dari arah Timur, dari Khurasan kampung Yahudiyah kota Ashbahan,
ia akan keluar mengembara ke seluruh penjuru dunia. Ia akan keluar
bersama 70.000 Yahudi yang menggunakan pakaian jubah tidak berjahit.
Maka tidak ada satupun negri yang tidak dimasukinya kecuali Makkah dan
Madinah, karena kedua kota itu selalu dijaga oleh Malaikat.
Di
antara fitnah Dajjal adalah:
Ia akan membawa surga dan neraka di
tangannya, sehingga banyak orang yang tertipu. Sesungguhnya surga Dajjai
adalah Neraka Allah yang amat panas, sedangkan neraka Dajjal adalah
Surga Allah yang dingin. Rasulullah mengingatkan jika kita melihatnya
agar memejamkan mata dari memasuki nerakanya, karena yang nampak
sebenarnya adalah air yang dingin. (HR. Muslim: 18:61).
Dajjal
akan melewati seluruh negri, setiap tempat yang dilewatinya lalu
penduduknya beriman kepadanya, maka negni tersebut akan subur dan tumbuh
tanaman dan binatang ternaknya. Namun jika penduduknya mengingkaninya,
maka Dajjal akan menjadikan negri tersebut gersang, kering, tumbuhan dan
binatang ternaknya mati kelaparan.
Rasulullah memenintahkan kita
untuk berdoa memohon perlindungan dari Dajjal, di antaranya dengan
membaca 10 awal dan akhir dari surat Al Kahfi, atau masuk ke kota Makkah
dan Madinah atau naik ke puncak puncak gunung.
TURUNNYA ISA DAN TERBUNUHNYA DAJJAL
Tatkala
Dajjal melihat Isa, maka tubuhnya meleleh seperti melelehnya garam
dalam air, kemudian ia tenbunuh oleh nabi Isa dengan pedangnya di pintu
Lodd. (Majma’u Zawaid: 7:344)
Rasulullah menggambankan
ciri-cirinya, ia bertubuh sedang, tidak tinggi dan tidak pendek,
berkulit merah dan berbulu, dadanya bidang, rambutnya lurus seperti
orang yang baru keluar dari pemandian, dan rambutnya itu sampai di bawah
ujung telinga yang disisir rapi dan memenuhi kedua pundaknya. (Tanda
Tanda Kiamat, Yusuf Wabil: 251)
Nabi Isa akan tunun ke dunia di
menara timur Damsyiq, di saat kaum muslimin hendak mengerjakan shalat
berjama’ah. Turunnya Isa dengan diapit dua malaikat (beliau meletakkan
kedua tapak tangannya di sayap dua malaikat). Ia mengenakan dua pakaian
yang dicelup dengan minyak waras dan za’faran. Bila beliau menundukkan
kepala, maka turunlah rambutnya (seperti tetesan air) dan bila diangkat
kelihatan landai seperti mutiara. Tidak ada orang kafir yang mencium
nafasnya kecuali ia akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan
matanya. (HR. Muslim Bab Dziknud Dajjal: 18 167-68)
Beliau turun
pada kelompok yang diberi pertolongan Allah, yaitu saat shalat sedang
diiqamati, lantas beliau shalat di belakang kaum muslimin bersama Imam
Mahdi. Setelah mengerjakan shalat, beliau memimpin perang melawan Dajjal
yang diikuti oleh 70.000 Yahudi.
PERANG MELAWAN YAHUDI
Perang ini merupakan perang
terakhir antara kaum muslimin dengan orang orang Yahudi. Dalam perang
ini pemimpin mereka “Dajjal” terbunuh, hingga seluruh Yahudi juga akan
terbunuh sebanyak 70.000 orang.
Rasulullah bersabda: “Tidak akan
terjadi hari kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi dan
membunuh mereka, sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang
batu atau kayu, lantas batu dan kayu itu berkata, “Wahai orang muslim,
wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan
bunuhlah ia”, kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena
ia termasuk pohon Yahudi”. (HR. Bukhari dan Muslim)
PENAKLUKAN ROMA
Sesuai dengan
sabda Nabi bahwa bangsa Roma ditaklukkan setelah penaklukan
Konstantinopel. (HR. Ahmad :2/176). Adapun perang menaklukkan Turki dan
Roma, terjadi setelah itu. Nabi bersabda, Tidak akan datang kiamat
sehingga kamu akan memerangi bangsa Khuz dan Karman dari kalangan Ajam
(non arab), yang wajahnya kemerah-merahan, pesek hidungnya, sipit
matanya dan mukanya seperti perisai yang lengkung. (HR. Bukhari, Bab
Alamah Nubuwwah: 6/604)
PERANG
DENGAN BANGSA TURK
Ada yang berpendapat bahwa bangsa Turk
saat ini orang-orang China, Rusia, Jepang, Mongol dan yang sejenis
dengan mereka. Rasulullah bersabda tidak akan terjadi Kiamat sehingga
kamu memerangi kaum yang terompah mereka terbuat dan bulu, dan sehingga
kamu memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, bermuka merah, berhidung
pendek (pesek), mukanya seperi perisai yang lengkung”(HR. Bukhari:
6/604)
MUNCULNYA YA’JUJ DAN
MA’JUJ
Mereka adalah keturunan Yafidz, ayah Tark, dari
Nabi Nuh (An Nihayah: 152-152). Mereka turun ke dunia untuk berbuat
kerusakan, tidak ada satupun manusia sanggup untuk melawannya, hingga
akhirnya nabi Isa berdoa kepada Allah agar membinasakan nya.
Mereka
adalah suatu kaum yang buas dan beringas yang akan turun dari yang
tinggi. Saat mereka turun, mereka mendatangi danau Thabariah dan meminum
habis semua airnya. Saat itu Nabi Isa dan kaum muslimin bertahan di
gunung dan tidak mampu menghadapinya. Hingga Kaum muslimin memohon
kepada Nabi Isa untuk berdoa agar Allah membinasakan mereka. Nabi Isa
pun berdoa, akhirnya Allah mengirimkan ulat dari langit yang
menggerogoti tubuh mereka. Kaum Ya’juj dan Ma’juj pun mati seketika
seperti matinya seorang saja. Kemudian Allah mengirimkan air hujan
hingga membawa bangkai-bangkai mereka ke lautan.
Saat ini Kaum
Ya’juj dan Ma’juj masih berada di dalam dinding yang dulu pernah di
bangun oleh Raja Dzulqarnain dengan menggunakan besi dan tembaga yang
dicor. Menurut sebuah riwayat, dinding tersebut terletak di sebuah
pegunungan Kaukakus antara Turki dan Rusia. Dan dinding tersebut tidak
akan hancur kecuali setelah datangnya janji Allah kepada mereka, yaitu
di akhir masa Nabi Isa dan Imam Mahdi. (Lihat Tanda- tanda Kiamat:
273-285).
MASA-MASA AMAN
Masa
masa aman ini mulai terjadi di akhir masa kehidupan Nab Isa dan Imam
Mahdi, yaitu setelah Nabi Isa menghancurkan salib, membunuh babi,
menolak upeti dan melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau
menerima pemberian (hibah). Kemudian Nabi Isa memadamkan segala sebab
peperangan, dan manusia akan hidup dalam suatu masa yang belum pernah
dirasakan sebelumnya. Maka terhapuslah rasa iri, dengki dan permusuhan,
setiap binatang berbisa tidak lagi berbisa, hingga seorang anak yang
memasukkan tangannya ke mulut ular akan merasa aman, serigala yang
bersama domba tidak akan menerkam, binatang buas seperti singa dan
lainnya akan menjadi jinak, bumi akan menebarkan keberkahan dan
menurunkan kebaikannya.
WAFATNYA
ISA DAN IMAM MAHDI
Nabi Isa dan Imam Mahdi hidup satu
masa. Setelah tujuh tahun tinggal di dunia, maka Allah mewafatkan
keduanya. Mereka akan dishalati oleh orang-orang muslim. (HR Ahmad:
2:406, Fathul Bari: 6:493)
TERBITNYA
MATAHARI DARI BARAT
Sebelum terbitnya matahari dari
barat, ia akan didahului oleh waktu malam yang sangat panjang, hingga
disebutkan bahwa seorang muslim telah mengerjakan shalat malam hingga
letih dan telah tidur hingga pulas, namun subuh belum juga menjelang.
Jika ini telah dirasakan, pertanda bahwa esok pagi matahari akan terbit
dan barat. Peristiwa ini hanya terjadi satu hari, keesokannya matahari
akan terbit sebagaimana biasanya. (Lihat Fathul Bari Kitabur Riqaq juz
II)
Rasulullah bersabda: “Tidak akan terjadi Kiamat … hingga
matahari terbit dari barat. Apabila matahari terbit dari barat. maka
berimanlah semua manusia. Maka saat itulah ketika iman seseorang tidak
bermanfa ‘at lagi bagi dirinya yang belum beriman sebelum itu, atau dia
(belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (HR. Bukhari 13:81-82)
KELUARNYA BINATANG BUMI YANG DAPAT BERBICARA
Binatang
tensebut akan keluar dari Makkah Mukarramah, dari masjid yang terbesar
(Majma’u Zawa’id: 6-8). Dia akan keluar tiga kali, pertama di lembah,
kemudian sembunyi, lalu keluar di suatu desa, kemudian sembunyi dan yang
ketiga akan muncul dari Makkah. (Tazkinah: 697)
”Dan apabila
perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang
melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya
manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”. (QS. An Naml : 82)
“Akan
muncul binatang itu dengan membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman,
lalu memberi tanda kepada orang-orang kafir”. (HR. Ahmad 15:79-82,
shahih)
Binatang itu akan membeii tanda pada setiap manusia,
hingga nampak siapa yang beriman dan siapa yang kafir.
KELUARNYA ASAP
Asap ini akan
menyebabkan seorang mukmin seperti demam, sedang kepada onang kafira kan
menyebabkan seperti melepuh dan keluar asap dari telinganya (Tafsir Ath
Thabani: 25/114)
Asap ini muncul sebagai peringatan awal bagi
orang-orang kafir, ia akan berjalan selama 40 hari dan meliputi seluruh
manusia.Oleh karena itu, setelah kemunculan asap ini, akan datang angin
yang lembut dari arah Yaman yang akan mencabut nyawa setiap orang
mukmin.
DATANGNYA ANGIN LEMBUT
YANG BERTIUP UNTUK MENGAMBIL ARWAH ORANG MUKMIN
Dalam
sebuah hadits disebutkan, “Tiba-tiba Allah mengirimkan angin yang baik,
lantas menerpa mereka lewat ketiak mereka, kemudian mengambil ruh
tiap-tiap orang mukmin dan muslim, dan tinggallah manusia manusia jahat
yang keadaannya kacau balau seperti himar. Maka pada zaman mereka itulah
kiamat terjadi.” (HR. Muslim, Bab Dzikru Dajjal 18:70)
Angin ini
datang dari arah Yaman, dan dalam riwayat lain disebutkan dar arah
Syam. Setelah kejadian ini tidak ada lagi manusia yang menyebut lafadz
Allah. Kejahatan menyebar di seluruh muka bumi, sampai-sampai seseorang
menerkam wanita dan menzinanya di tengah jalan, sehingga orang terbaik
saat itu berkata, alangkah baiknya jika aku melihat wanita tersebut di
balik tembok ini. Ia tidak mengingkari, namun menganjurkan agar tidak
mengerjakannya terang-terangan. (Lihat Majma’ Zawaid, 7:331).
PENGHALALAN BAITULLAH DAN PENGHANCURAN
KA’BAH
Peristiwa in terjadi setelah tidak ada lagi seorang
mukminpun di muka bumi. Setelah penghancuran ini Kabah dan Baitullah
tidak akan dimakmurkan lagi selama-lamanya. Yang menghancurkan Ka’bah
adalah seorang laki laki botak dari Habasyah bernama Dzu-Suwaiqataini.
Ia menghancurkan Ka’bah, merusak perhiasannya, melepas kiswahnya dan
mengambil batunya satu persatu dengan sekop dan cangkul. (Lihat Musnad
Ahmad: 15/227, Bukhari Bab Hadmil Ka’bah: 3/460, Silsilah Ahadits As
Shahihah: 2/120 hadits no.579)
KEHANCURAN
MADINAH DAN KELUARNYA SELURUH MANUSIA DARINYA
Peristiwa
ini terjadi menjelang terjadinya goncangan dahsyat di tiga wilayah. Ia
juga berdekatan dengan peristiwa api besar yang akan menggiring manusia
menuju mahsyar. Saat itu Kota Madinah tidak lagi dihuni manusia, bahkan
ada anjing atau srigala yang memasukinya lalu kencing di tiang masjid
atau di mimbar. Seluruh buah-buahan pada waktu itu hanya dimakan burung
burung dan binatang buas. Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Dan orang
yang paling akhir dikumpulkan (oleh api menuju mahsyar-ed) adalah dua
orang pengembala dan Muzayanah yang hendak ke Madinah dengan
berteriak-teriak mencari kambingnya, kemudian ia menjumpai kambingnya
yang ternyata sudah menjadi liar”. (HR. Bukhari :4/89-90). Lihat : Al
Muwaththa 2/888.
PEMBENAMAN BUMI
DI TIMUR, BARAT DAN TANAH ARAB
Ketiga tanda ini tidak
akan dialami oleh orang mukmin, karena mereka telah wafat sebelumnya
disebabkan angin yang datang dari arah Yaman. Sesungguhnya kiamat
baru
akan terjadi pada seburuk-buruk manusia.
MUNCULNYA API YANG MENGGIRING MANUSIA KE
MAHSYAR
Rasulullah bersabda: “Dan yang terakhir adalah api
yang keluar dari Yaman dan menggiring manusia ke tempat berkumpul
mereka” (HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah: 18:27-29)
Api
tersebut tidak akan membiarkan seorang kafirpun, akan tetapi ia akan
menggiring manusa menuju Mahsyar dengan sejadi-jadinya. Maka barang
siapa yang terlambat di belakang, ia akan terbakar. Api tersebut akan
menggiring mereka ke bumi Mahsyar di Syam. Dalam hal ini manusia menjadi
tiga kelompok, ada yang penuh harapan, mereka makan dan berpakaian,
satu lagi berjalan dan berlari, dan satu lagi akan terseret mukanya dan
digiring ke api. (HR. Ahmad:5/164-165)
BERDIRINYA KIAMAT, PENIUPAN SANGKAKALA DAN KEHANCURAN ALAM
SEMESTA
Pada tiupan pertama, hancurlah seluruh alam
semesta inii dengan seluruh isinya. Allah berfirman, “Dan ditiuplah
sangkakala, maka matilah siapa saja yang ada di langit dan di bumi
kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah”. (QS. Az Zumar: 68)
PENIUPAN KEDUA DAN KEBANGKITAN SELURUH
MAKHLUK SERTABERKUMPULNYA MEREKA DI MAHSYAR
Pada
tiupan kedua, bangkitlah seluruh makhluk untuk bersiap-siap memasuki
alam padang Mahsyardi akhirat.
Terompet atau sangkakala adalah
seruling yang bentuknya seperti tanduk besar yang siap ditiup oleh
malaikat Israfil yang menunggu kapan diperintahkan untuk meniupnya.
Tiupan yang pertama adalah untuk mengejutkan manusia dan membinasakan
mereka dengan kehendak Allah.
“Dan ditiuplah sangkakala maka
matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki
oleh Allah”. (QS. Az Zumar: 68)
Tiupan ini akan menimpa seluruh
alam dengan guncangan yang keras dan hebat, sehingga merusak seluruh
susunan alam yang sempurna ini. Ia akan membuat gunung menjadi rata dan
melumat bumi dengan selumat-lumatnya, membuat laut saling beradu dan
mengeluarkan api, bintang bertabrakan, matahari akan digulung, lalu
hilanglah cahaya seluruh benda benda di alam semesta, setelah itu
keadaan alam semesta kembali seperti ketika awal penciptaannya. Allah
menggambarkan kedahsyatan saat kehancuran tersebut sebagaimana
firman-Nya: “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya
kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar
(dahsyat). (Ingatlah) pada hari(ketika) kamu melihat kegoncangan itu,
lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya
dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia
dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi
azab Allah itu sangat keras”. (QS.Al Hajj:1-2)
Sedangkan pada
tiupan kedua adalah tiupan untuk membangkitkan seluruh manusia; “Dan
tiuplah sangkakala (kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera
dari kuburnya (menuju) kepada Rabb mereka. (QS. Yaa Siin:51).
Rasulullah
bersabda, “Kemudian ditiuplah sangkakala, di mana tidak seorangpun yang
tersisa kecuali semuanya akan dibinasakan. Lalu Allah menurunkan hujan
seperti embun atau bayang-bayang, lalu tumbuhlah jasad manusia. Kemudian
sangkakala yang kedua ditiup kembali, dan manusia pun bermunculan
(bangkit) dan berdiri”. (HR Muslim), lihat juga Syah Lum’atul I’tiqad
oleh Syaik Utsaimin).
Allahu A’lam bisshawab ….
(Sumber:
Kelompok Telaah Kitab Ar-Risalah (KTKA), editor Abu Fatiyah Adnani,
diterbitkan oleh Gradana Production Solo, Indonesia dengan referensi
Umur Umat Islam, Muhammad Amin Jamaluddin; An Nihayah fil Fitan wal
Malahim, Al Hafidz Ibnu Katsir; Asyratus Sa’ah, Muhammad Yusuf Al Wabil;
Al Yaum Al Akhir, Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar; Tadzkirah, Imam
Qurthubi; Syarah Akidah Thahawiyah, Ibnu Abil Izz al Hanafi, dan
lain-lain)
Ya Allah Ya Rabb … Ampuni kami hamba-Mu yang da’if
ini, Engkau-lah Yang Maha Mengetahui dari apa-apa yang kami tidak
ketahui, Engkau Maha Benar dalam firman-firman-Mu dan membenarkan
sabda-sabda Nabi-Mu yang Engkau telah pilihkan kepada kami menjadi
umatnya, Rasulullah Muhammad SAW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar